JANGAN MENYEPELAKAN ORANG SEDERHANA ATAU BIASA-BIASA SAJA !

Setibanya di Cikeas, terdapat kejadian yang “unik” dan “lucu” dimana Pak Anton disangka oleh penjaga Puri Cikeas sebagai sopir (karena waktu itu ia sendiri yang menyetir mobilnya), sementara rekan di mobilnya tadi disangka sebagai Anton. Maka si penjaga tersebut meminta agar Pak Anton memarkirkan mobilnya di kapling yang sudah tersedia dan menunggu di ruang tunggu. Namun ternyata si penjaga tadi salah duga. Sosok yang dikira “sopir” tadi malah menuju tempat SBY berada sedangkan rekannya berjalan ke arah ruang tunggu. Pak Anton hanya berkomentar singkat, “Mungkin tas dan sepatu saya tidak sekinclong calon menteri lainnya” katanya sambil tertawa.
Dan memang banyak orang terkejut dengan terpilihnya Pak Anton sebagai menteri SBY kala itu. Mungkin karena sosok Anton yang serba sederhana dan bukan politisi terkenal sehingga kemunculannya sebagai menteri membuat orang lain terperangah. Salah satu orang yang dekat dengan Pak Anton, Daisy Irawan, mahasiswa master IPB, menyatakan sebagai berikut : “Hari ini kecele-lah orang-orang yang selama ini memandang rendah beliau. Gondoklah orang-orang yang mentertawakan kaus kakinya yang bolong. Terhinalah orang-orang yang hobi merendahkan orang karena hal-hal duniawi. Pak Anton yang sederhana, yang bertahun-tahun tidak punya TV karena menurutnya lebih banyak mudharat daripada manfaatnya, eh, hari ini menjadi menteri.”
Daisy pun menuturkan bahwa Pak Anton-lah yang secara tulus membantunya terlepas dari ancaman drop out dari program master IPB. Ruang kerja Pak Anton adalah ruang yang paling nyaman. Beliau juga tak segan meminjamkan buku-buku pribadinya. Begitu pula fasilitas internet gratis, komputer yang bisa dipinjam dikala computer Daisy rusak, scanner yang juga boleh dipinjam manakala detik-detik terakhir penyusunan tesis.
Setelah saya membaca kisah yang dimuat di tabloid Republika tadi, saya berkesimpulan bahwa jangan sekali-sekali kita meremehkan orang lain yang menurut kita jauh di bawah kita, baik dari segi penampilan, kekayaan, kedudukan, kepintaran, dan lain-lain. Jangan sampai kita malu sendiri dengan segala kepongahan dan kesombongan kita. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT dalam merubah takdir seseorang. Yang hari ini kaya, suatu saat bisa jatuh miskin, yang hari ini mempunyai kedudukan, suatu saat bisa jatuh kedudukan itu. Waspadalah..waspadalah..! Sadarlah..sadarlah !.
Popularity: 16% [?]
No tag for this post.























September 28th, 2009 8:45 am
ya memang seharusnya seperti itu. angger 50% wong indonesia kaya kuwe ta apik banget…
September 28th, 2009 12:38 pm
@ mas Udjik :
Terima kasih komentarnya..sosok seperti pak menteri yang satu ini memang jarang ditemui di Indonesia..Semoga bisa jadi contoh bagi kita semua..
September 30th, 2009 7:16 am
Wah cerita yg bagus… saya sangat setuju mas dengan “jangan menyepelekan orang sederhana atau biasa-biasa aja”
saya dulu pernah diperlakukan orang2 sekeliling sebagai orang yg masih hijau, ga ada apa2nya, yg gak terlalu pentinglah bagi mereka saat itu.
tapi alhamdulillah, tuhan memang punya maksud lain, DIA benar2 mahapengasih lagi mahapenyayang.
November 19th, 2009 2:06 am
Catatan yang bagus Brother….inspirasi untuk Kamis pagi ini, sambil ditemani teh hangat.
Thanks Brother & Happy Day