KESALAHAN DALAM MEMBESARKAN DAN MENDIDIK ANAK

http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/digg_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/reddit_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/dzone_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/stumbleupon_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/delicious_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/blinklist_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/blogmarks_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/furl_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/newsvine_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/technorati_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/magnolia_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/google_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/myspace_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/facebook_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/yahoobuzz_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/sphinn_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/mixx_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/twitter_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/jamespot_48.png http://pojokasuransi.com/blog/wp-content/plugins/sociofluid/images/meneame_48.png

PhotobucketSaya mengamati adanya kecerobohan yang dilakukan banyak orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Salah satunya yang paling fatal adalah memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan, baik berupa harta benda maupun kasih sayang berlebihan.

Memanjakan anak -secara berlebihan- menurut saya justru akan “mematikan” setidaknya 2 (dua) hal : (1) kemandirian, dan (2) rasa syukur. Kemandirian adalah menyangkut kemampuan sang anak untuk hidup tanpa bantuan orang lain, dalam hal ini orang tua. Di sini berlaku aji mumpung : mumpung orang tua mampu membiayai, mumpung orang tua mampu memfasilitasi dengan berbagai hal, dan mumpung-mumpung lainnya. Apalagi jika orang tua masih berpenghasilan besar, berkedudukan tinggi, dan dihormati banyak orang. Tanpa disadari, aneka macam fasilitas hidup tadi ibarat menanam “bom waktu” yang akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari. Bayangkan ketika orang tua sudah uzur, pensiun dari pekerjaan, dan tak berpenghasilan lagi. Apakah anak akan terus-menerus dapat mengandalkan harta kekayaan orang tuanya. Kesalahan pola pendidikan ini dapat bermula dari sejak anak masih kecil. Ia tidak dilatih untuk siap menerima kenyataan yang berbeda dari kondisi awal. Dan ini sungguh akan menghancurkan hidup anak di masa depan.

Saya memiliki dan menyaksikan kisah nyata dimana orang tua dalam masa-masa akhir hayat seharusnya dapat menikmati sisa hidup dengan tenang, namun apa lacur, karena kesalahan mendidik sejak awal, kini semua pengorbanan mereka sia-sia. Sang anak yang telah memakan banyak harta kedua orang tuanya gagal menyelesaikan kuliah. Untuk mendapat pekerjaan pun sulit. Dan celakanya, pernikahannya pun banyak diliputi persoalan karena ditambah dengan gaya hidupnya yang tidak bisa menyesuaikan dengan pendapatan. Untuk urusan merokok pun, yang seharusnya dapat mengefisienkan pengeluaran, tak dapat dihentikan, apalagi untuk urusan yang lebih besar. Hal ini menjadi bertambah parah manakala isterinya pun memiliki pola hidup yang konsumtif. Kloplah sudah permasalahan yang ada. Masih untung, orang tua -yang seharusnya lepas tanggung jawab pasca pernikahan- masih hidup. Bagaimana jika kedua orang tuanya meninggal ?.

Masalah lain dari kesalahan mendidik anak adalah tidak adanya rasa syukur. Bagaimana bisa bersyukur jika mereka tidak pernah mengalami kekurangan fasilitas. Mobil tersedia, artinya ke mana-mana mudah. Rumah besar, tidak pernah takut kesempitan. Perlengkapan rumah tangga lengkap, hiburan mudah. Hampir tidak ada hajat hidup yang tidak terpenuhi. Bandingkan dengan kemiskinan yang dialami oleh orang-orang yang kurang beruntung. Tidur beralas tikar dan berpenerangan seadanya. Bocor dimana-mana ketika musim hujan tiba. Bahkan untuk makan pun sulit dan tidak setiap hari ada rizki. Nah, jika sebuah keluarga tidak pernah diajarkan berperilaku sederhana atau menyaksikan penderitaan sesama sebagaimana yang riil dialami kaum papa maka sulit sekali untuk bisa menanamkan rasa syukur. Yang ada justru mengeluh dan mengeluh jika ada yang sedikit kekurangan.

Jadi, saya berkeyakinan bahwa orang tua adalah ibarat penanam padi di ladang. Jika ia bisa merawat dan membesarkan butiran-butiran padi dengan benar, mengisi air dengan porsi yang cukup, dan membersihkan hama-hama yang ada, niscaya ia akan memperoleh hasil panen yang memuaskan. Jika tidak seimbang maka hasil padinya pun tak akan memuaskan. Begitu pula dengan kehidupan manusia. Jika terlalu dininabobokan dengan kemewahan dan fasilitas yang serba ada, niscaya kehidupannya kelak akan mengalami masalah besar, minimal kesulitan dalam menumbuhkan kemandirian dan rasa syukur. Jika Anda punya anak kecil, tunggu dan nantikan 20 tahun ke depan, apakah tulisan ini cocok atau tidak dengan realita yang dihadapi.             

Popularity: 15% [?]

No tag for this post.

Related posts

Leave a Reply

My Facebook
Subscribe
Subscribe RSSSubscribe comments RSSFollow me on Twitter
Guestbook

Agung
assalamualaikum,... mudah2 an pahala kamu banyak yaaa... thanks atas ilmunya... tapi nambah boleh khan ???...

eko
Minta literature buku asuransi terutama masalah audit asuransi...

Fajar Nindyo
@ Rob Miller & Musa Christian : Thank you and selamat belajar. @ Mas Arif : Anda bisa lebih hebat dan spektakuler jika ulet dan konsisten. Web/blog ini sudah hadir sejak 2 tahun-an yang lalu dengan segala "perjuangan"nya. Selamat memulai karya, ma...

arif aprizal
pak fajar..numpang belajar yah... bener2 menginspirasi nih... salut..top..mantabs.. arif SDP 5...

Musa Christian Sihombing
Sebagai Junior dalam bidang ini perlu banyak tambahan ilmu dari berbagai sumber. Salah satunya dari blog ini....

Advertisement