KESALAHAN DALAM MEMBESARKAN DAN MENDIDIK ANAK
Saya mengamati adanya kecerobohan yang dilakukan banyak orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Salah satunya yang paling fatal adalah memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan, baik berupa harta benda maupun kasih sayang berlebihan.
Saya memiliki dan menyaksikan kisah nyata dimana orang tua dalam masa-masa akhir hayat seharusnya dapat menikmati sisa hidup dengan tenang, namun apa lacur, karena kesalahan mendidik sejak awal, kini semua pengorbanan mereka sia-sia. Sang anak yang telah memakan banyak harta kedua orang tuanya gagal menyelesaikan kuliah. Untuk mendapat pekerjaan pun sulit. Dan celakanya, pernikahannya pun banyak diliputi persoalan karena ditambah dengan
Masalah lain dari kesalahan mendidik anak adalah tidak adanya rasa syukur. Bagaimana bisa bersyukur jika mereka tidak pernah mengalami kekurangan fasilitas. Mobil tersedia, artinya ke mana-mana mudah. Rumah besar, tidak pernah takut kesempitan. Perlengkapan rumah tangga lengkap, hiburan mudah. Hampir tidak ada hajat hidup yang tidak terpenuhi. Bandingkan dengan kemiskinan yang dialami oleh orang-orang yang kurang beruntung. Tidur beralas tikar dan berpenerangan seadanya. Bocor dimana-mana ketika musim hujan tiba. Bahkan untuk makan pun sulit dan tidak setiap hari ada rizki. Nah, jika sebuah keluarga tidak pernah diajarkan berperilaku sederhana atau menyaksikan penderitaan sesama sebagaimana yang riil dialami kaum papa maka sulit sekali untuk bisa menanamkan rasa syukur. Yang ada justru mengeluh dan mengeluh jika ada yang sedikit kekurangan.
Jadi, saya berkeyakinan bahwa orang tua adalah ibarat penanam padi di ladang. Jika ia bisa merawat dan membesarkan butiran-butiran padi dengan benar, mengisi air dengan porsi yang cukup, dan membersihkan hama-hama yang ada, niscaya ia akan memperoleh hasil panen yang memuaskan. Jika tidak seimbang maka hasil padinya pun tak akan memuaskan. Begitu pula dengan kehidupan manusia. Jika terlalu dininabobokan dengan kemewahan dan fasilitas yang serba ada, niscaya kehidupannya kelak akan mengalami masalah besar, minimal kesulitan dalam menumbuhkan kemandirian dan rasa syukur. Jika Anda punya anak kecil, tunggu dan nantikan 20 tahun ke depan, apakah tulisan ini cocok atau tidak dengan realita yang dihadapi.
Popularity: 15% [?]
No tag for this post.






















