| KARAKTERISTIK UNIT LINK PASAR UANG (MONEY MARKET/CASH FUND UNIT LINK) |
|
|
|
| Written by Fajar Nindyo | |
| Feb 15, 2008 at 08:33 PM | |
|
Unit link pasar uang merupakan jenis produk unit link dimana dana investasinya (setelah dikurangi biaya-biaya akuisisi) ditempatkan pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, sertifikat BI, dan surat utang jangka pendek. Investasi jenis ini sering dikatakan setara dengan kas (cash equivalent) seperti halnya simpanan dalam bank, artinya instrumen ini dengan cepat dan mudah dapat diubah menjadi cash. Penyertaan dalam pasar uang ini menjanjikan hasil yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan simpanan di bank. Jika kita menempatkan dana di bank, biasanya pihak bank akan menawarkan suku bunga simpanan secara bertingkat. Misalnya untuk saldo rata-rata sebulan di bawah Rp 50 juta maka suku bunga yang ditawarkan 10%, untuk saldo rata-rata di atas Rp 50 juta ditawarkan 12%, dan seterusnya. Ketentuan ini dicantumkan di depan konter-konter bank sehingga sering disebut counter rate. Diluar counter rate, bank juga menawarkan special rate yaitu suku bunga khusus untuk saldo simpanan yang jumlahnya sangat besar. Dengan total dana kelolaan yang besar maka unit link ini dapat memperoleh special rate dengan tingkat risiko yang sama jika dana tersebut ditempatkan langsung pada deposito bank. Secara teoritis, unit link pasar uang (money market/cash fund unit link) merupakan
jenis unit link yang dianjurkan dibeli oleh investor pemula atau yang tidak
berani mengambil risiko. Mengapa unit link pasar uang cocok untuk nasabah
pemula ? Salah satu sifat pentingnya adalah mengutamakan keselamatan dana
nasabah. Hal ini bisa dilihat dari NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang selalu
diusahakan tidak kurang dari 1.000. Karena karakteristiknya yang aman ini maka
kesempatan untuk mendapat return juga paling kecil dibandingkan unit link
lainnya. Sehingga tidak realistis apabila ada nasabah yang mengharapkan tingkat
keamanan yang tinggi dan hasil investasi yang besar sekaligus. Namun demikian,
dibandingkan dengan investasi langsung pada deposito maka menempatkan dana pada
pasar uang dapat lebih menguntungkan. Hal ini dikarenakan sistem suku bunga
bertingkat (tier system) seperti yang
telah dijelaskan di muka. Meskipun relatif aman namun kehati-hatian tetap diperlukan
jika Anda ingin membeli produk unit link pasar uang ini. Pasalnya, ada jenis
unit link yang investasinya ditempatkan pada surat utang. Meskipun berjangka
pendek namun jika penerbit surat utang terlambat atau gagal menebus kembali
surat utangnya maka NAB-nya bisa turun dibawah 1.000. Artinya bisa saja returnnya
lebih rendah dibandingkan return deposito langsung, namun hal ini jarang
terjadi. Sebagai penutup, unit link adalah produk yang dikeluarkan
oleh perusahaan asuransi jiwa sehingga tujuan dari produk ini sebenarnya adalah
unsur proteksi. Nasabah yang ingin urusannya praktis dalam hal proteksi +
investasi, ia cocok membeli produk ini. Konsekuensinya, ia harus menanggung
biaya yang lebih mahal dibandingkan membeli produk asuransi jiwa tradisional di
satu sisi dan produk reksadana di sisi lain secara terpisah. Tinggal mana yang
akan Anda pilih, mau sedikit ribet dengan 2 (dua) urusan : asuransi &
reksadana, atau cukup 1 (satu) paket yang praktis namun mahal : unit link.
Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. So, learn all before you buy all !. Referensi : Cara Jitu Meraih
Untung dari Reksadana,
Jaka E. Cahyono, PT Elex media Komputindo, Jakarta, 2001. |
|
| Last Updated ( Jul 30, 2008 at 03:42 PM ) |










