| WASPADAI DISPUTE KLAIM KENDARAAN BERMOTOR MENJELANG KAMPANYE PEMILU 2009 ! |
|
|
|
| Written by Fajar Nindyo | |
|
Kampanye
partai politik menjelang Pemilu 2009 semakin menunjukkan tanda-tanda peningkatan dengan maraknya berbagai atribut kampanye
dari berbagai parpol beserta calegnya. Namun tentu saja saya tidak
akan membahas politik di web ini. Saya ingin menyampaikan kaitan
antara kegiatan politik terutama yang berbentuk kampanye dengan klaim
asuransi kendaraan bermotor yang jika tidak dicermati dengan benar
dapat menimbulkan dispute antara tertanggung dan penanggung.
Terkait dengan kampanye parpol dan sejenisnya (yang biasanya berupa arak-arakan), para pemegang polis asuransi kendaraan bermotor diharapkan dapat memahami bahwa klaim yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan untuk kampanye, pawai, karnaval, atau unjuk rasa tidak dijamin dalam asuransi kendaraan bermotor. Coba telusuri secara seksama dan temukan jawabannya di Bab II Pengecualian Pasal 3 ayat 1 butir 1.1.2. Jika Anda malas membaca wording polis yang berlembar-lembar itu, bahkan dengan ukuran huruf yang kecil-kecil, saya akan membantu Anda menjelaskan duduk persoalannya di sini. Perluasan Kerusuhan/Huru-Hara dalam Polis Kendaraan Bermotor Risiko kerusuhan atau pun huru-hara dikecualikan dalam jaminan standard asuransi kendaraan bermotor sehingga jika Anda ingin memperluas polis dengan jaminan ini diperlukan premi tambahan. Namun yang perlu digaris bawahi bahwa tidak semua kerugian dalam kasus kerusuhan/huru-hara dapat dijamin. Yang dijamin dalam perluasan ini adalah apabila kendaraan Anda menjadi “korban” dari peristiwa kerusuhan/huru-hara tersebut, jadi Anda tidak dalam posisi ikut terlibat secara aktif di sana. So, jika Anda adalah ketua atau pengurus parpol dan kendaraan yang Anda miliki sering dipakai dalam aktivitas unjuk rasa atau kampanye politik maka ketika mobil Anda rusak pada saat itu tidak serta merta perusahaan asuransi akan mengganti kerugian yang ada. Alasannya kembali seperti di atas bahwa kendaraan Anda digunakan secara sengaja untuk kegiatan yang menantang risiko (dalam teori asuransi liability disebut dengan istilah “volenti non fit injuria”). Contoh lain dari "volenti non fit injuria" adalah kendaraan yang dipakai untuk kursus mengemudi atau dalam lomba sprint sehingga pihak perusahaan asuransi pun tidak akan membayar ganti rugi jika terjadi kerusakan. Kesimpulannya, klaim yang dapat dirposes adalah ketika Anda menjadi pihak luar yang tidak terlibat dalam suatu kampanye. Yang nantinya membedakan dengan klaim-klaim biasa adalah nilai deductible-nya. Biasanya untuk klaim akibat kerusuhan/huru-hara, perusahaan asuransi akan menetapkan suatu prosentase atau limit risiko sendiri yang lebih besar dibandingkan untuk klaim kecelakaan biasa. Jadi hati-hati jika mobil yang Anda miliki akan dipakai dalam arak-arakan kampanye. Laporkan terlebih dahulu kepada perusahaan asuransi Anda apakah mereka mau menyetujui untuk meniadakan pengecualian ini. |


Dalam
rangka ikut mensosialisasikan asuransi ke tengah-tengah masyarakat maka
saya mencoba menghadikan web ini ke tengah-tengah pembaca sekalian. Web
ini juga diharapkan dapat menjadi media sumbangan pemikiran bagi para
profesional asuransi yang bergelut di bidang underwriting dan klaim.
Pemahaman yang memadai akan menjadikan pekerja asuransi dapat mengemban
tugasnya secara profesional dengan menjunjung etika profesi yang
diembannya.
































