| APA ITU NEW REPLACEMENT VALUE (NRV) ? |
|
|
|
| Written by Fajar Nindyo | |
|
Dalam class of
business engineering tentu kita sudah tidak asing lagi dengan istilah new replacement value atau sering
disingkat NRV. Istilah ini antara lain dapat dijumpai pada asuransi : (1) CAR (Contractors All Risks) yang terdapat interest insured untuk peralatan (equipment) dan mesin/plant (machinery/plant) proyek. (2) CPM (Contractors Plant & Machinery) yang polisnya
berdiri sendiri alias tidak menyatu dengan CAR
Insurance. (3) HE (Heavy Equipment).
(4) EAR (Erection All Risks). (5) MB
(Machinery Breakdown). (6) BPV (Boiler & Pressure Vessel). DEFINISI NEW
REPLACEMENT VALUE (NRV) New Replacement Value shall mean the costs which would have to be
incurred immediately before destruction of or damage to an insured item for
replacing the destroyed or damaged item by a new item of a similar kind,
capacity, size and quality. Artinya : biaya yang timbul sesaat sebelum kerusakan untuk
menggantikan item/barang yang rusak tersebut dengan item/barang baru dengan
jenis/merk, kapasitas, ukuran, dan kualitas yang sama, termasuk di dalamnya
biaya-biaya tambahan seperti biaya pengangkutan (freight cost), bea cukai (customs
duties), iuran/sewa (dues), dan
biaya pemasangan (erection cost). Contoh, misalnya pada peralatan
berat (heavy equipment). Katakanlah 5
( DASAR PENETAPAN NEW REPLACEMENT
VALUE Dasar
penetapan NRV ini tentu saja harus dapat dipertanggungjawabkan dari sisi teori
dan praktek asuransi. Jika misalnya klaim yang terjadi adalah TLO -baik CTL (Constructive Total Loss) maupun ATL (Actual Total Loss)- maka keberadaan NRV
bisa saja dikesampingkan mengingat maksimum ganti rugi adalah berdasarkan harga
pertanggungan yang tercantum dalam schedule polis. Beres bukan ?. Bandingkan
saja nilai penggantian dalam kondisi baru dengan harga pertanggungan di polis.
Jika harga pertanggungan lebih kecil dari NRV-nya, otomatis yang dipakai adalah
harga pertanggungan. Namun yang perlu menjadi catatan penting di sini adalah untuk
kasus klaim sebagian (partial loss). Permasalahan
yang terjadi adalah biaya yang mahal untuk mendapatkan spare part dari suatu
alat berat atau mesin yang mengalami loss. Bandingkan nilai sebuah alat berat
utuh dengan nilai per spare part jika dikumpulkan jadi satu. Apabila nilai
spare part dikumpulkan satu demi satu, maka total nilai spare part akan lebih
tinggi dibanding harga alat berat utuh. Kondisi inilah yang menyebabkan mengapa
peralatan berat dan mesin-mesin industri harus diasuransikan berdasarkan NRV. BAGAIMANA JIKA SUM INSURED < NRV
? Bagaimana
jika tertanggung ngotot ingin memakai harga perolehan pada waktu ia beli 5 ( HARAP-HARAP CEMAS
TERTANGGUNG Buat tertanggung yang memiliki polis dengan sum insured tidak berdasarkan NRV, Anda
boleh berharap-harap cemas. Jika objek pertanggungan Anda tidak mengalami loss or damage, terutama partial loss,
maka Anda masih dapat bernafas lega karena kemungkinan terjadinya dispute
dengan penanggung tidak terjadi. Bersyukur pula bagi tertanggung yang pernah
mengalami klaim namun tidak ada perhitungan pro
rata. Nah, bagi tertanggung yang belum pernah mengajukan klaim sebaiknya
konfirmasikan kepada penanggung, bagaimana cara mereka melakukan perhitungan
ganti rugi seandainya objek pertanggungan Anda mengalami kerugian atau
kerusakan sebagian. |


Dalam
rangka ikut mensosialisasikan asuransi ke tengah-tengah masyarakat maka
saya mencoba menghadikan web ini ke tengah-tengah pembaca sekalian. Web
ini juga diharapkan dapat menjadi media sumbangan pemikiran bagi para
profesional asuransi yang bergelut di bidang underwriting dan klaim.
Pemahaman yang memadai akan menjadikan pekerja asuransi dapat mengemban
tugasnya secara profesional dengan menjunjung etika profesi yang
diembannya.
































