‘Indemnity’ vs ‘Actual Cash Value’

Menurut sejumlah buku literatur yang sering dijadikan acuan dalam standard ujian AAMAI, “indemnity” didefinisikan sebagi “mechanism by which the insurer provide financial compensation in an attempt to place the insured in the same pecuniary position after the loss as he enjoyed immediately before it”. Dan merupakan salah satu dari 6 (enam) prinsip dasar asuransi selain insurable interest, utmost good faith, proximate cause, subrogation, dan contribution.

Pengertian ini kemudian dalam praktek keseharian praktisi asuransi di Indonesia lebih sering dipakai dalam konteks penggantian ganti rugi klaim dimana dalam penyelesaiannya diperhitungkan adanya unsur depresiasi atau penyusutan (note : seringkali indemnity diposisikan sebagai lawan dari new replacement value). Contohnya ketika muncul pertanyaan berikut  : Metode ganti rugi apakah yang dipakai PSAKI AAUI, apakah “indemnity” atau “NRV” ?. Tentu kita akan menjawab “indemnity” !. Alasannya karena sistem pembayaran klaim dalam PSAKI memperhitungkan unsur penyusutan atau depresiasi tadi.

Contoh berikutnya ditemui pada kasus “valued policy”. Sering dikatakan bahwa asuransi yang berdasarkan “valued policy” tidak memenuhi kaidah “indemnity” karena nilai ganti ruginya tidak sesuai dengan nilai sebenarnya. Menurut saya, yang lebih tepat adalah karena asuransi yang berdasarkan “valued policy” tidak memenuhi kaidah “to place in the same pecuniary position after te loss as he enjoyed immediately before it”. Hal ini dikarenakan besaran nilai ganti ruginya bisa lebih besar atau lebih kecil dari nilai kerugian sebenarnya. Atau karena harga pertanggungannya ditentukan “as mutually agreed between insured and insurer” sehingga bisa terjadi nilai intrinsik suatu objek asuransi akan lebih besar dibanding nilai fisiknya (contoh : lukisan atau benda-benda kuno). Kata “indemnity” di sini tetap dipertahankan namun dalam konteksnya sebagaimana didefinisikan pada paragraf pertama dari tulisan ini.

Penutup

Untuk menghindari potensi munculnya makna ganda maka menurut saya istilah “indemnity” sebaiknya ditempatkan sebagaimana sudah didefinisikan dalam buku ajar asuransi yaitu “mechanism by which the insurer provide financial compensation in an attempt to place the insured in the same pecuniary position after the loss as he enjoyed immediately before it” dimana perhitungan ganti ruginya dapat menganut 2 (dua) metode yaitu : (1) ACV (Actual Cash Value) dan (2) RCV (Replacement/Reinstatement Cost Value).

Share this article :

Leave a Reply

Your email address will not be published.