<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>KETENTUAN SALING PIKUL RISIKO (KNOCK FOR KNOCK AGREEMENT) AAUI 30/11/11</title>
		<description>Discuss KETENTUAN SALING PIKUL RISIKO (KNOCK FOR KNOCK AGREEMENT) AAUI 30/11/11</description>
		<link>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11</link>
		<lastBuildDate>Thu, 23 May 2013 04:03:43 +0700</lastBuildDate>
		<generator>JComments</generator>
		<atom:link href="http://pojokasuransi.com/index.php?option=com_jcomments&amp;task=rss&amp;object_id=56&amp;object_group=com_content&amp;limit=10&amp;format=raw" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<item>
			<title>Ikhsan says:</title>
			<link>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-30</link>
			<description><![CDATA[Pak Fajar, kenapa Penanggung Z mengganti rugi kepada Tertanggung Bsebesar Rp.10.000.000 ? si B ada risiko sendiri(deducti ble) jadi penanggung Z hanya membayar Rp.9.800.000 kepada B ?]]></description>
			<dc:creator>Ikhsan</dc:creator>
			<pubDate>Wed, 13 Mar 2013 15:16:13 +0700</pubDate>
			<guid>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-30</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Agus DH says:</title>
			<link>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-22</link>
			<description><![CDATA[Pak Fajar, minta tolong di share dong SPR AAUI No. 082/AAUI/2011. Termia kasih dan salam, ADH]]></description>
			<dc:creator>Agus DH</dc:creator>
			<pubDate>Fri, 31 Aug 2012 15:51:39 +0700</pubDate>
			<guid>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-22</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Fandi Winata says:</title>
			<link>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-19</link>
			<description><![CDATA[Pak jika ada case dimana si pihak ke-3 bersikeras tidak mau memperbaiki kendaraanya melalui asuransi yang di miliki,bahkan berani menadatangani surat tidak memiliki asuransi, padahal date mengenai asuransi yang dimiliki pihak ke-3 ini telah di ketahui. Pihak ketiga juga tidak melaporkan kecelakaan yang terjadi di asuransi nya,dan bersikeras memperbaiki kendaraanya melalui asuransi si penabrak. jika ada case seperti ini,apakah bisa pihak asuransi langsung menghubungi asuransi si tpl dan meminta diberlakukanya knock for knock? atau seperti apa pak. terima kasih. salam]]></description>
			<dc:creator>Fandi Winata</dc:creator>
			<pubDate>Wed, 02 May 2012 10:27:23 +0700</pubDate>
			<guid>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-19</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Fajar Nindyo says:</title>
			<link>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-18</link>
			<description><![CDATA[@ ahmad lutfi : Syarat SPR adalah kedua-duanya harus memiliki polis komprehensif. Dalam kasus di atas, tidak mungkin perusahaan asuransi dari nasabah B melakukan ganti rugi atas kerusakan mobil B yang masih berupa partial loss sementara jaminan polisnya hanya TLO. Dengan demikian, untuk kasus ini, nasabah A dapat menuntut nasabah B atas kelalaiannya. Atau jika perusahaan asuransi dari nasabah A sudah melakukan perbaikan, maka perusahaan tsb dapat menggunakan hak subrogasinya kepada B, lalu B dapat lapor ke perusahaan asuransi terkait adanya tuntutan dari pihak ketiga. Jika nilai kerugian mobil A melebihi limit TJH polis B, maka selisihnya harus ditanggung sendiri oleh B. @ Fery : Dalam UU No.14 Tahun 1992 memang hanya diatur tentang kewajiban pihak yang bersalah untk mengganti kerugian pihak ketiga yang menjadi korban. Kepolisian seharusnya dapat memberikan "fatwa" ketika terjadi accident, siapa yang posisinya bersalah pada saat itu, meski tidak harus berupa surat. Dari dasar inilah kemudian dapat ditentukan siapa menuntut siapa.]]></description>
			<dc:creator>Fajar Nindyo</dc:creator>
			<pubDate>Tue, 14 Feb 2012 16:48:40 +0700</pubDate>
			<guid>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-18</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Fery says:</title>
			<link>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-16</link>
			<description><![CDATA[Pak Fajar, untuk menentukan pihak yang bersalah itu siapa ? Setau saya dilaporan polisi tidak pernah menyebutkan pihak yang salah. Atau merujuk hukum jalan.]]></description>
			<dc:creator>Fery</dc:creator>
			<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 15:32:44 +0700</pubDate>
			<guid>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-16</guid>
		</item>
		<item>
			<title>ahmad lutfi says:</title>
			<link>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-15</link>
			<description><![CDATA[:-) salam kenal pak, mencermati SPR yang baru ditetapkan, terlihat tidak serta merta menghilangkan hak subrogasi sesama penanggung, ada case - case dimana terjadi subrogasi sesama tertanggung, hal ini sangat kontradiktif dengan definisi SPR yang disosialisasika n yang menyatakan "para penanggung tidak menggunakan hak subrogasinya terhadap penanggung lainnya." contoh kasus : A Komp. + TJH, dengan B TLO + TJH, dimana B yang bersalah. dalam case ini SPR tidak berlaku, tentunya Penanggung A dan B sama - sama memiliki liability untuk ganti rugi kendaraan A, maka Penanggung A dapat menggunakan Hak Subrogasinya kepada Penanggung B senilai kerugian Object Pertanggungan A Max. Liability TJH B. hal ini kontrakdiktif dengan definisi dari SPR itu sendiri, bagaimana dengan pendapat bapak. Teriam kasih.]]></description>
			<dc:creator>ahmad lutfi</dc:creator>
			<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 20:37:14 +0700</pubDate>
			<guid>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-15</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Fajar Nindyo says:</title>
			<link>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-12</link>
			<description><![CDATA[Betul sekali pak Ridwan, dalam praktek mungkin masih jarang yang melakukan pengecekan harga pasar ketika terjadi klaim partial. Karena hak subrogasi hilang maka perusahaan asuransi X tidak dapat menuntut kepada B.]]></description>
			<dc:creator>Fajar Nindyo</dc:creator>
			<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 20:20:51 +0700</pubDate>
			<guid>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-12</guid>
		</item>
		<item>
			<title>ridwan says:</title>
			<link>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-10</link>
			<description><![CDATA[om fajar, dalam praktek, utk partial loss, kayanya jarang ya dihitung underinsurance, kecuali kalau nilainya jomplang banget kali ya utk perusahaan asuransi X, menurut ketentuan tsb, apakah dimungkinkan menuntut subrogasi atau ganti rugi kepada B ?]]></description>
			<dc:creator>ridwan</dc:creator>
			<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 06:41:39 +0700</pubDate>
			<guid>http://pojokasuransi.com/motor-vehicle/ketentuan-saling-pikul-risiko-knock-for-knock-agreement-aaui-30/11/11#comment-10</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
