Penentuan Harga Pertanggungan Polis Asuransi Kebakaran pada Objek Agunan Kredit Bank

Dalam praktek (mungkin) masih sering dijumpai adanya permohonan asuransi kebakaran (fire insurance) atas objek agunan bank (yang ditujukan kepada perusahaan asuransi rekanan) dimana nilai pertanggungan (sum insured) yang tercantum dalam SPPA (Surat Permohonan Penutupan Asuransi) sama dengan nilai kredit atau nilai pembiayaan yang dikucurkan bank kepada debiturnya. Continue reading “Penentuan Harga Pertanggungan Polis Asuransi Kebakaran pada Objek Agunan Kredit Bank”

Definisi ‘Actual Cash Value (ACV)’

Dalam artikel sebelumnya sudah pernah saya singgung sedikit tentang Actual Cash Value (ACV) yang menjadi pedoman dalam perhitungan settlement klaim polis-polis asuransi kebakaran atau properti yang menggunakan wording PSAKI AAUI. Continue reading “Definisi ‘Actual Cash Value (ACV)’”

Membahas Definisi ‘Full Value’ pada SE OJK No. 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) memasuki tahun 2017 ini telah mengeluarkan SE (Surat Edaran) terbaru yaitu SE OJK No. 6/SEOJK.05/2017 yang memperbaiki atau merevisi SE OJK No. 21/SEOJK.05/2015. Dalam salinan SE dimaksud kita dapat membaca berbagai definisi yang tercantum pada bagian Ketentuan Umum, salah satunya yang menarik untuk dibahas di sini adalah definisi Nilai Penuh atau Full Value. Continue reading “Membahas Definisi ‘Full Value’ pada SE OJK No. 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi atau Kontribusi pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2017”

Klaim Ledakan Tabung Gas Elpiji pada Polis Asuransi Kebakaran

Membahas klaim asuransi kebakaran yang terkait dengan peristiwa meledaknya tabung gas mungkin saja tidak sesederhana seperti yang dibayangkan mengingat salah satu kesulitan yang muncul dalam menganalisa klaim asuransi yang menggunakan basis named perils adalah adanya ketentuan dalam polis yang mengatur bahaya (peril) apa saja yang dijamin (insured perils) dan di sisi lain disebutkan juga bahaya (peril) apa saja yang tidak dijamin (excepted perils). Continue reading “Klaim Ledakan Tabung Gas Elpiji pada Polis Asuransi Kebakaran”

Pengecualian ‘Defective Material and/or Workmanship’ pada Polis CAR (Contractors All Risks)

Polis CAR (Contractors All Risks) adalah jenis polis asuransi berbasis “all risks” yang pada prinsipnya akan memberikan ganti rugi kepada tertanggung terhadap segala jenis kerugian (loss) dan atau kerusakan (damage) yang disebabkan oleh segala jenis perils yang tidak disebutkan sebagai pengecualian, selama kejadiannya memenuhi unsur “unforeseen” dan “sudden”. Continue reading “Pengecualian ‘Defective Material and/or Workmanship’ pada Polis CAR (Contractors All Risks)”

Pengecualian ‘Faulty Design’ pada Polis Asuransi CAR (Contractors’ All Risks)

Pada sebuah proyek pelaksanaan konstruksi, pihak-pihak yang terlibat atau memiliki kepentingan di dalamnya antara lain pemilik proyek (owner/bouwheer), konsultan perencana, konsultan pengawas, dan kontraktor. Continue reading “Pengecualian ‘Faulty Design’ pada Polis Asuransi CAR (Contractors’ All Risks)”

‘Ordinary Course of Transit’ pada Asuransi Marine Cargo

Transit Clause (Klausula 8.1) antara ICC 1/1/82 vs ICC 1/1/09 memiliki perbedaan isi redaksional klausula terkait kapan coverage mulai berlaku (start) dan kapan berakhir (terminate). Namun demikian, selama transit (di tengah-tengah perjalanan) tidak ada perbedaan isi redaksional karena sama-sama menyebutkan, “…continues during the ordinary course of transit…”. Continue reading “‘Ordinary Course of Transit’ pada Asuransi Marine Cargo”

Loading and Unloading Clause (yang Menambah Durasi) pada Asuransi Marine Cargo

Dalam pembahasan sebelumnya telah dibahas bahwa polis asuransi marine cargo merupakan jenis polis “perjalanan” (voyage policy) dimana durasi polis mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Transit Clause. Continue reading “Loading and Unloading Clause (yang Menambah Durasi) pada Asuransi Marine Cargo”

Institute Theft, Pilferage and Non Delivery Clause 1/12/82

Bunyi klausula ini secara umum sebagai berikut : In consideration of an additional premium,  it is hereby agreed that this insurance covers loss of or damage to the subject-matter insured caused by theft or pilferage, or by non-delivery of an entire package, subject always to the exclusions contained in this insurance. Atau dalam bahasa Indonesia, “Dengan pertimbangan penambahan premi, dengan ini disetujui bahwa asuransi ini menjamin kerugian atas atau kerusakan pada objek yang diasuransikan yang disebabkan oleh pencurian atau pengutilan, atau tidak terkirimnya seluruh paket, dengan selalu tunduk pada pengecualian yang tercantum pada asuransi ini”. Continue reading “Institute Theft, Pilferage and Non Delivery Clause 1/12/82”

Theft dan Mysterious Disappearance pada Polis Asuransi Marine Cargo

Risiko hilangnya barang sejak dikirim dari titik keberangkatan sampai dengan tujuan terakhir pengiriman menjadi hal yang cukup ditakuti oleh para penjual atau pembeli barang. Komoditas barang bernilai ekonomi tinggi seperti consumer goods, elektronik, farmasi dan lainnya sering menjadi incaran para pencuri atau sindikat kejahatan. Continue reading “Theft dan Mysterious Disappearance pada Polis Asuransi Marine Cargo”